Banyak perdebatan mengenai wanita berkeluarga bekerja atau tidak, apakah wanita yang sudah menikah tetap dirumah saja atau ikut mencari nafkah? Saya rasa, hal ini akan menjadi perdebatan panjang dan tidak berujung jika kita tidak melihat pada inti dari permasalahan.
Sebenarnya inti dari permasalahan ini adalah ketika sang ibu keluar untuk bekerja apakah pekerjaannya akan menimbulkan kezaliman pada anak dan keluarga?????
Pertanyaan ini memang melahirkan dua jawaban.
Jawaban pertama ialah YA, jika sang ibu keluar dari pagi sampai malam sibuk mengurusi karier dan pekerjaan sehingga anak tidak mengenal kasih sayang ibu dan suami tidak merasakan hadirnya istri dalam kehidupan rumah tangga. (Apalagi sampai-sampai suami tidak ridho dan tidak mengizinkan)
Jawaban kedua ialah TIDAK, jika ada kerja sama yang baik antara suami dan istri dalam mengatur waktu untuk keluarga dan anak, profesi ibu bekerja tidak full day sehingga masih ada porsi waktu untuk mengurusi anak dan keluarga.
Setiap wanita pasti memiliki kecerdasan dan bakat masing-masing dan saya percaya setiap bakat dan kecerdasan itu bisa jadi jalan rezeki bagi kita semua selama kita memiliki kretivitas yang baik dan inovasi tinggi dalam mengelola bakat dan kecerdasan itu.
Dan jalan memperoleh rezeki itu tidak semuanya diperoleh dengan bekerja di kantor dari jam 8-5 sore tiap harinya !
Jika memang wanita benar-benar harus mencari uang karena ekonomi suami yang terbatas dan benar-benar ingin membantu suami dalam memenuhi kebutuhan dapur dan rumah maka pilihlah profesi yang benar-benar tepat untuk keluarga dan diri wanita sendiri, sehingga ada porsi waktu untuk mengurus keluarga dan ada juga porsi waktu untuk mencari nafkah dan pengembangan diri.
Saya sangat menyarankan pada setiap wanita untuk selalu megembangkan bakat, minat, kretivitas yang Allah berikan dan saya yakin pernikahan dalam islam tidak akan menghalangi wanita untuk berkembang dan maju.
Selain ridho suami, wanita juga harus memiliki pertimbangan kedua yang perlu dipikirkan yaitu siapa yang bertanggung jawab menggantikan sementara tugas ibu untuk untuk mengurus dan mendidik anak dirumah, jika memang ada misalnya ada ibu / mertua / sanak keluarga / orang terpercaya yang amanah menjaganya maka Goal Ibu berkarya sudah terbuka.
Tapi jika dihadapkan pada wanita yang masih memiliki anak dibawah dua tahun, saya sangat menyarankan untuk konsentrasi mengurus sang buah hati dan memberikan asi ekslusif. SANGAT DISARANKAN
Pertanyaan selanjutnya adalah profesi apa yang tepat untuk wanita yang sudah menikah ?
Semua dikembalikan pada wanita, karena wanita sendiri yang akan menjalani kehidupan berkeluarganya. Hanya saja, kalau ditanya profesi apa yang tepat maka ada beberapa pertimbangan yang bisa diambil
1. Profesi sebagai guru, jam kerja guru sama dengan jam sekolah murid, waktu libur guru sama dengan waktu libur murid. Jam kerja guru dari sekitar jam 7-12 atau siang 12-5. Guru bekerja tidak full day sehingga masih ada porsi waktu untuk mengurus keluarga dan anak.
bersambung…….
