Saat itu hatiku kalut, bingung dan tak menentu. Dua pilihan yang menggantung dihatiku membuat pikiranku kacau tak karuan. Ada kalanya hatiku condong pada pilihan pertama, yakin itu yang terbaik dan bersedia membuang pilihan yang kedua. Tapi disaat yang berbeda hatiku berubah menyambut bulat pilihan kedua dan yakin untuk mengabaikan pilihan pertama.
Situasi hati yang selalu berubah itu datang silih berganti mewarnai hari-hariku. Mengiringi pikiranku, dan menyedot sisa energiku. Punya dua pilihan yang sulit saja sudah membuat pikiran kita kacau dan bingung, apalagi kalau memiliki banyak alternatif pilihan membingungkan ?
Pernah kah kau juga merasakannya ? apakah kau juga sama pusinknya dengan diriku yang bingung antara dua pilihan yang terbaik ?
Masalahnya ini bukan sembarang pilihan, tapi pilihan yang akan menentukan bagai mana hidupku kedepan. Pilihan yang akan mewarnai kehidupan keluarga juga putriku. Sungguh aku sangat takut salah dalam mengambil langkah dalam keputusan ini.
Aku teringat akan cerita mertuaku pada saat kehidupannya dulu, mungkin saat itu juga beliau seusiaku dan mengalami kehidupan yang sama denganku. Saat itu beliau dihadapkan pada dua pilihan yang akan mempengaruhi kehidupannya dan dengan segala perhitungan mereka saat itu, mereka mantap mengambil salah satu pilihan yang menurut mereka terbaik untuk keluarga.
Tapi sangat disayangkan, keputusan yang diambil saat itu ternyata membawa pada penyesalaan yang dalam pada kehidupan mereka saat ini. Beribu penyesalan diucapkan, tapi sama sekali tak bisa membawa mereka kembali pada masa dimana keputusan itu dibuat.
Hatiku bergidik, membayangkan posisiku seperti mereka, membayangkan saat ini aku menangis menyesali keputusanku atas dua pilihan hidupku yang salah kuambil, membayangkan diriku dimasa depan dengan beribu penyesalan dalam hati dan ingin kembali ke masa lalu untuk merubah keputusan itu.
Tidak mungkin!!!!, hal itu sampai kapanpun tidak akan bisa terjadi. SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKAN BISA KEMBALI KEMASA LALU UNTUK MEMPERBAIKI NASIBKU DAHULU.
Hidup ini akan terus berputar maju dan tidak akan pernah mundur kebelakang walau pun hanya sedetik.
Kalau membaca di Al-Quran , bisa kita lihat bagaimana orang-orang yang masuk neraka minta dikembalikan ke dunia agar bisa memilih hidup menjadi orang yang beriman. Dan tentu saja hal itu MUSTAHIL terjadi karena Allah sudah membuat aturan jelas tentang waktu dan telah memberikan kesempatan sama untuk memilih bagi mahluq ciptaanya ketika hidup di dunia.
Saat itu hatiku terengkuh, kupilih untuk mengambil air wudlu. Dengan penuh rasa bingung kuhadapkan wajahku ke arah-MU, kuangkat tanganku menyerah menghadap-MU, kuucapkan lirih nama-MU, Allahu Akbar.
Saat itu kupasrahkan pilihan terbaik pada-MU, sungguh pikiranku yang terbatas ini benar-benar buta untuk benar-benar tahu manakah pilihan terbaik atas hidupku.
Sungguh hanya satu yang kutahu dan kuyakin pegang teguh yaitu pilihan yang terbaik untuk hidupku adalah pilihan yang KAU pilihkan untukku, pilihan yang senantiasa mendapat ridho-MU, sehingga jika ada seribu rintangan yang menghadangku nanti, ENGKAU senantiasa memberikan pertolongan kepadaku.
Sungguh islam benar-benar sempurna, Allah telah memberikan media bagi hambanya untuk berbagi segala kekurangannya dengan kesempurnaan kekuasaaaNYA. Shalat Istiharah adalah media bagi hambanya untuk menyerahkan kepasrahan pilihannya pada pilihan Sang pencipta.
Dan saya sangat yakin bahwa jawaban yang tepat atas Istiharah seorang hamba adalah kemantapan hati atas pilihan yang dipilih, keyakinan diri yang berhembus dalam relung hati untuk bisa fight atas segala rintangan yang akan menerpa didepan, keteguhan dalam hati dan penuh harap bahwa Allah akan selalu menolong atas permasalahan yang ada.
Saat ini, detik ini, dengan perenungan yang dalam dan terus berharap kepada Allah. Hatiku telah memilih untuk memilih pilihan yang terbaik.
Soo……jangan pernah abaikan Pilihan Allah atas hidupmu karena itulah yang terbaik untukmu. Istiharahlah selalu dikala kau galau atas berjuta pilihan dalam hidupmu.
Jika belum menemukan jawaban itu dalam sekali istiharah, lakukan lah berulang kali pun tak apa. Pilihlah 1/3 malam sebagai saat yang syahdu untuk mengungkapkan kepenatan hati. Bagilah segala kebingungan itu dengan orang yang tepat karena mungkin jawaban itu ada dalam ucapan orang2 yang shaleh.
Yakinlah bahwa Allah akan menolongmu dalam segala keputusasaan yang ada.
mg bermanfaat.
